| PELATIHAN PENGENALAN TEKNIK KULTUR JARINGAN BIBIT KENTANG |
|
|
|
| Ditulis oleh Mus |
| Rabu, 22 Juli 2009 10:03 |
|
Bibit kentang merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk bisa menghasilkan produksi yang tinggi disamping faktor-faktor yang lain. Apalagi bibit kentang dalam budidaya kentang merupakan salah satu faktor biaya yang cukup tinggi. Mengingat Kabupaten Wonosobo merupakan sentra Komoditas Kentang dan kebutuhan akan bibit kentang di Kabupaten Wonosobo sangat tinggi, pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan pembibitan kentang di Kecamatan Kejajar. Kegiatan ini terdiri dari beberapa kegiatan: penanaman kentang, pelatihan aplikasi pupuk organik dilahan dan pelatihan teknik kultur jaringan. Kegiatan penanaman dilakukan di Kelompok Tani Melati Putih, sedangkan pelatihan untuk teknik kultur jaringan dilaksanakan di Pendopo Kecamatan kejajar pada tanggal 14 Juli 2009 yang dihadiri oleh Kepala Pusat Bioteknologi LIPI Prof. Dr. Ir. Bambang Prasetya, Kepala Bapeda Kabupaten Wonosobo Drs. Lutfi Amin, MM, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Wonosobo Ir. Suharso, Camat Kecamatan Kejajar Drs. Sumekto, Ketua Lembaga Wonosobo Information Center (WIC) Sidqi Ferin Diana sebagai pendamping Kelompok Tani Melati Putih dan Gapoktan Kelurahan Kejajar. ![]() Dalam sambutannya Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab. Wonosobo menyampaikan bahwa kedepan diharapkan petani kentang di kabupaten wonosobo bisa menghasilkan bibit kentang secara mandiri, apalagi Kabupaten Wonosobo mempunyai Lab. Kultur Jaringan yang cukup baik, ini bisa dimanfaatkan bagi pengembangan bibit kentang yang berkualitas. Kita sangat sulit untuk bisa mengganti kebiasaan petani kentang menanam tanaman yang lain, karena menyangkut faktor sosial budaya dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu penanaman kentang bisa tetap dilaksanakan, namun dengan memperhatikan kaidah-kaidah konservasi. Selain itu berdasarkan pengalaman bahwa dalam budidaya kentang yang paling menguntungkan biasanya hanya sekali dalam setahun, maka manfaatkanlah satu kali musim ini dengan sebaik-baiknya untuk budidaya kentang sedangkan musim yang lain digunakan untuk aktifitas lainnya” kata Kepala Bapeda Kabupaten Wonosobo”. Manfaat dari hasil bibit kultur jaringan ini untuk bisa mempertahankan kualitas bibit agar bebas virus dan hama penyakit. Program LIPI ini memang merupakan program yang terpadu antara upaya menghasilkan bibit yang berkualitas dengan dibarengi upaya-upaya konservasi. Hal ini bisa dibuktikan bahwa dalam kegiatan penanaman menggunakan pupuk organik, penggunaan mulsa untuk mengurangi erosi dan secara otomatis akan mengurangi penggunaan pestisida dan insektisida. Dan kami juga akan berusaha membantu petani untuk bisa memperoleh sertifikasi dari bibit yang dihasilkan petani secara mandiri” sambutan Kapus-Biotech LIPI”. Setelah kegiatan pelatihan ini ada kegiatan magang di kantor pusat penelitian LIPI teknik kultur jaringan bibit kentang. Kegiatan magang ini merupakan kegiatan yang akan diwakili oleh perwakilan dari Kelompok Tani Melati Putih. Kegiatan magang ini akan dipandu oleh Dr. Tri Muji Ermayanti sebagai salah satu ahli kultur jaringan. Kami dari Lembaga Wonosobo Information Center (WIC) berusaha untuk bisa selalu bekerjasama dengan pihak manapun dalam rangka menuju kearah lebih baik. Beberapa hal dalam kaitannya dengan pelatihan kultur jaringan ini kami berharap ada transfer teknologi dari LIPI kepada kelompok tani untuk bisa mengembangkan pertanian secara sustainable. Kami sebisa mungkin akan membantu kelompok tani untuk bisa mendapatkan akses informasi demikian juga kami akan membantu pemerintah dalam upaya pembinaan kepada Kelompok Tani. Harapan dari kelompok tani melati putih bahwa program ini bisa memberikan dampak yang baik bagi pengembangan pertanian khususnya kentang. Realisasinya semoga kami kedepan bisa bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam memanfaatkan lab. Kultur jaringan, aplikasi penanaman menuju pertanian organik dengan mempertimbangkan kaidah-kaidah konservasi, dukungan peralatan untuk mengetahui unsur hara dan serangan hama penyakit. Dukungan alat ini sangat penting manfaatnya karena bisa mendukung upaya-upaya konservasi, misalnya penggunaan pupuk, pestisida dan insektisida bisa diaplikasikan dengan tepat sehingga tidak berlebihan yang akan merusak ekosistem. Selain itu kami sebagai kelompok tani berharap bahwa program ini bisa berlanjut dengan dihasilkannya bibit kentang yang berkualitas secara mandiri. |






