|
Pengembangan pertanian organik merupakan visi kedepan pembangunan pertanian di Indonesia. Apalagi konsumsi terhadap pangan organik semakin lama semakin banyak diminati oleh pasar khususnya kalangan ekonomi menengah keatas tanpa mempertimbangan harga dari komoditi pertanian organik. Mengingat Kabupaten Wonosobo merupakan daerah pertanian yang bisa ditanami hampir semua jenis tanaman pangan, Wonosobo Information Center (WIC) bekerjasama dengan Agensia Hayati Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Wonosobo mengawali kegiatan penanaman padi organik (tanpa pupuk kimia, tanpa pestisida dan tanpa insektisida kimia) di Desa Mudal Kecamatan Mojotengah. 
Kegiatan ini juga melibatkan Dinas terkait yaitu Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Dimana Lembaga WIC sebagai mitra sekaligus pendamping kelompok tani dalam penanaman padi organik dibawah pengawasan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Wonosobo dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Wonosobo.
Panen Perdana Padi organic dengan luasan sekitar 3.250 m2 ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Wonosobo, Para penyuluh pertanian Kecamatan Mojotengan, kepala desa mudal dan Direktur Wonosobo Information Center (WIC). Untuk panen perdana ini dipandang lebih baik oleh para petani di desa mudal dibanding tanaman padi yang lain pada musim yang sama. Berdasarkan pengukuran ubinan yang dilakukan oleh para penyuluh, produktivitas penanaman padi organik mencapai kurang lebih 5,4 ton/ha. Kepala Dinas Hutbun dalam hal ini Ir. Abdul Munir, M.Si menyampaikan perlunya penanaman padi organik ini lebih lanjut bekerjasama dengan agensia hayati yang ada dan dinas-dinas terkait baik dari hulu sampai hilirnya. Dengan penanaman secara organik yang terus menerus dimungkinkan mikroorganisme yang menguntungkan bagi tanaman akan tumbuh dengan baik sehingga harapannya produksi tanaman padi semakin lama akan semakin baik, baik dari sisi tonase maupun kualitas produk. Selain itu, perlunya alat perontok padi yang modern untuk mengurangi kehilangan produksi padi saat panen. WIC sebagai Lembaga yang profesional dan Independent akan terus bekerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka pembangunan pertanian di Kabupaten Wonosobo. Harapan kami panen perdana padi organik ini merupakan awal motivasi baik bagi pemerintah daerah Kabupaten Wonosobo maupun petani dalam rangka pengembangan padi organik. Sehingga apa yang menjadi visi dan misi pengembangan pertanian organik tidak hanya berupa slogan maupun perbincangan saja, namun harus benar-benar direalisasikan. Wujud realisasi ini harus ada dukungan modal, modal disini tidak harus uang, tapi teknologi, manajemen hulu-hilir, dan pendampingan. Karena dengan kemampuan ini justru uang yang akan menghampiri petani. Kami juga akan menindaklanjuti penanaman padi oraganik dan tanaman yang lainnya dengan pupuk buatan sendiri yang ada disekitar lingkungan kita, karena sebenarnya tanaman dan sampah disekitar kita merupakan sumber N, P, K dan unsur hara yang lainnya yang mudah ditemui. Harapan kami justru kedepan petani tidak menggantungkan pupuk dari produk-produk industri besar melainkan bisa dilakukan dalam skala rumah tangga/kelompok ”ungkap Sidqi Ferin Ferin Diana, SP” selaku direktur WIC. Petani dan Kepala Desa Mudal berharap adanya dukungan yang positif dalam pengembangan pertanian organik, baik dari ketersediaan bahan baku organik, teknologi budidaya maupun pasarnya. Sehingga petani bisa menghasilkan produk dengan kualitas yang baik dan harga yang baik. Yang pada akhirnya kesejahteraan petani akan meningkat. |