Kesenian tradisional merupakan pertunjukan yang menarik bagi wisatawan, khusunya wisatawan manca. Tarian tradisional juga sering ditampilkan pada acara perayaan khusus seperti hari ulang tahun kemerdekaan RI, hajatan keluarga dll.(sumber : www.wonosobokab.go.id )
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Sabtu, 14 Februari 2009 15:01 |
Biasanya dibawakan oleh 7 orang penari, satu penari sebagai plandang (pemimpin) dan enam lainnya sebagai prajurit. Tarian ini didasarkan pada Legenda Raden Panji Asmoro Bangun yang sedang mencari kekasihnya yang bernama Dewi Sekartaji. Para penari menaiki jaran (kuda) yang terbuat dari anyaman bambu atau kepang. Pemimpin tari biasanya membawa pecut/cemeti atau cambuk yang biasa digunakan alat bantu dalam mengendalikan kuda. Tarian ini disebut juga jathilan. |
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Sabtu, 14 Februari 2009 14:59 |
Tari keprajuritan dengan ciri khas para penarinya mengenakan kaca mata hitam. Tari ini diiringi dengan nyanyian bersama dengan lirik lagu yang diambil dari Kitab Berjanji yang dilagukan sedemikian rupa. |
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Sabtu, 14 Februari 2009 14:49 |
Berasal dari kata "le", panggilan untuk anak laki-laki dan "ger" dari kata geger yang artinya gaduh. Tarian lengger ini mulanya dibawakan oleh laki-laki yang dirias seperti wanita dan dibawakan oleh sembilan penari. Ada sejenis tarian lain serupa yaitu "Gambyong Lengger" yang biasanya disajikan sebagai tari untuk sambutan. |
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Sabtu, 14 Februari 2009 14:33 |
Dinamakan tari cepetan karena wajah para penarinya dicorang-coreng (Jawa=cepat-cepot) namun sekarang tidak lagi, melainkan hanya ditutup dengan kain. Lagu pengiringnya berbahasa Indonesia yang tidak sempurna dan bernafaskan Islam |
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Sabtu, 14 Februari 2009 14:28 |
Merupakan bentuk kesenian langka dan mungkin satu-satunya di Wonosobo malah mungkin di Indonesia. Alat yang digunakan berupa sebuah Koangan (Alat untuk menggembala bebek), yang terbuat dari pelepah bambu (Jawa : clumpring) serta ijuk dan biasanya digunakan untuk menyanyi para penggembala ternak angsa, kemudian dalam perkembangannya dapat untuk mengiringi berbagai nyanyian pop, dangdut, qosidah dan bahkan dapat mengiringi tarian lengger |
|
LAST_UPDATED2 |
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 2 |